music

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Kamis, 10 Oktober 2013

Melepas kangen di Jembatan Air Mata antara RI-Timor Leste

Melepas kangen di Jembatan Air Mata antara RI-Timor Leste

 

Pintu Gerbang Perbatasan RI-Timor Leste

detikTravel Community -  <p>Jembatan Air Mata yang terletak di perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste ini terletak di desa Mota Ain, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu NTT. Sejak Referendum tahun 1999 yang memenangkan Pro Kemerdekaan dan memisahkan Timor-Timur dari Negara Republik Indonesia, maka Jembatan Air Mata menjadi tempat bersejarah bagi masyarakat di kedua Negara ini terutama daerah perbatasan.<br /><br />Menurut cerita masyarakat setempat, di Jembatan air mata ini bertemu sepasang suami istri yang masing-masing sejak berpisahnya Timor Timur dari Indonesia, sang Suami memilih berkewarganegaraan Timor Leste dan Istri berkewarganegaraan Indonesia. Setiap saat dikala mereka ingin ketemu, maka mereka bertemu di atas Jembatan ini dan akhirnya dinamakan Jembatan Air Mata. Di tengah jembatan sepanjang 30 Meter ini terdapat Yellow Line atau Garis <br />Kuning sebagai tanda batas antara RI dan Timor Leste.<br /><br />Di daerah perbatasan ini juga terdapat Tugu Batas Wilayah atau First Border Marker yang diresmikan tanggal 30 Agustus 2005 oleh Mentri Luar Negeri kedua Negara. Di daerah ini juga selalu siap pada pos penjagaan Pasukan TNI yang mengontrol setiap keluar masuknya masyarakat di perbatasan baik yang akan ke Timor Leste maupun yang akan masuk ke Indonesia.</p>

Sabtu, 14 September 2013

MISTERI NUSANTARA YANG TAK TERPECAHKAN

01 Pengantar

Diterbitkannya buku ini adalah sebagai persembahan penulis kepada seluruh anak bangsa di bumi Nusantara ini, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral spiritual atas penulisan “Surat Terbuka Kepada SBY” (lihat lampiran) oleh penulis yang telah dilayangkan pada tanggal 14 September 2006. Surat tersebut sebenarnya secara eksklusif hanya dikirimkan kepada Presiden RI, Mensekkab, Menko Kesra, Menteri ESDM, Mendagri, Mensos, dan juga MUI (Majelis Ulama Indonesia) melalui email dan faksimili. Namun di luar sepengetahuan penulis, ternyata surat tersebut telah beredar luas di beberapa blog di internet. Hal ini baru penulis ketahui setelah banyak tanggapan dari masyarakat luas yang masuk melalui email dan sms. Sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindarkan.

Kamis, 22 Agustus 2013

SILSILAH RAJA MAJAPAHIT

MAJAPAHIT (WILWATIKTA)

Majapahit atau yang sebenarnya bernama WILWATIKTA atau TIKTAWILWA, adalah sebuah kerajaan besar Nusantara yang pernah berdiri di kisaran tahun 1293 M hingga 1500 M, yang didirikan oleh Nararya Sanggramawijaya atau Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya). Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dan menjadi Kemaharajaan Raya di bawah kepemimpinan Sri Rajasanegara (Hayam Wuruk) yang memerintah antara tahun 1350 M s/d 1389 M, dengan dibantu oleh Mahapatihnya yang terkenal Mpu Mada (Gajah Mada). 
Kerajaan Majapahit ini adalah kerajaan Hindu-Budha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu Kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia, karena wilayah kekuasaannya yang membentang mulai Pulau Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan hingga ke wilayah Indonesia Timur (walaupun luas wilayah kerajaan ini masih menjadi perdebatan).

Tidak banyak terdapat bukti-bukti fisik peninggalan sejarah dari kerajaan Majapahit ini, kemungkinan disebabkan oleh adanya perang saudara (perebutan kekuasaan) pada akhir masa kejayaan kerajaan Majapahit, disamping hal-hal lain yang berkaitan dengan perubahan budaya, wawasan dan pola berpikir masyarakat Indonesia dewasa ini. Sumber historis utama (dan layak dipercaya) dari kerajaan Majapahit ini adalah Kitab Pararaton, Kidung Harsawijaya dan Kitab Negarakertagama ( judul aslinya Desawarnana), prasasti-prasasti Jawa Kuno serta catatan-catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Untuk kitab-kitab lain semacam Babad Tanah Jawa atau Serat Dharmogandhul patut dipertanyakan validitas isinya, karena